Dialog malam dengan nurani-ku

Sang hati pernah bertanya padaku dalam gelapnya malam dan sunyinya suara.. hai kau manusia, pernah kah kau dengan angkuhnya melupakan Tuhanmu dalam satu detik saja perjalanan hidup yang telah kau lalui?? Terdiam aku beberapa saat, membisu dalam rasa malu dan dengan rasa malu itu aku menjawab “pernah” atau mungkin jika aku bertanya lebih dalam lagi dalam hati kecil ini dan berusaha lebih jujur lagi, aku terpaksa akan menjawab dengan nada sangat-sangat memalukan “Sering”… karena itulah aku, “Manusia” mahluk dengan sejuta rasa angkuh dan egois dalam dirinya….

Tak ingin kalah karena rasa manusiaku tersinggung oleh pertanyaan semacam itu, rasa angkuh, sombong, selalu ingin menang dan tak ingin disudutkan, aku kembali bertanya pada hati.. hai engkau hati apakah menurutmu Tuhanku tidak pernah melupakan aku?? Dengan nada lembut dan suara yang terasa hangat menembus telinga dan tepat bersarang di otakku, dia menjawab.. “tak sedetik pun”.

Masih dengan sifat kemanusianku, kubertanya “apa bukti kalau Dia tak pernah melupakanku??? Kalau iya memang tak pernah melupakanku, kenapa begitu banyak rasanya tiap hari aku bersujud meminta kepada-Nya, tapi sangat jarang dia mengabulkannya…bukankah itu bukti bahwa iya terkadang lupa padaku!!! Kembali suara lembut dan hangat itu menyapaku, apakah dengan Dia tidak mengabulkan permintaanmu maka engkau menganggap Dia melapakanmu??? Salah besar wahai anak manusia!!! Apakah kamu pernah berpikir bahwa semua yang kamu minta kepadanya adalah hal yang terbaik untukmu… tahukah kamu ketika kamu meminta tuk diberi rejeki, dengan rejeki itu kamu akan berbahagia, ketika kamu meminta jodoh dan belum diberikan apakah kamu tahu bahwa dengan diberikannya kamu saat ini kamu akan bahagia atau ketika kamu memohon tuk di beri kesehatan, apakah kesehatan itu yang terbaik untukmu??? Dia bekerja dengan misterius wahai manusia, Dia tahu yang terbaik buatmu. Bahkan ketika Dia membiarkanmu sakit, Dia sedang berbicara padamu, memberimu kesempatan tuk sekejap beristirahat dari hiruk pikuk dunia ini, mengingat kepadaNya, bersyukur atas rahmat kesehatan yang diberikannya. Dengan cara itu Dia menunjukkan rasa sayang Nya kepadamu, menegurmu tuk kembali kejalan yang benar, bukan mengacuhkanmu atau tak peduli seperti yang kau kira…!!! Ketika kau meminta tuk menjadi orang kuat, Dia tidak serta merta memberimu kekuatan, tetapi mendidikmu dengan memeberimu banyak coabaan agar kamu menjadi orang yang kuat..jangan pernah mempertanyakan cara Dia bekerja, karena itu adalah kuasanya. Mungkin kamu tidak selalu menerima apa yang kamu minta, tapi yakinlah bahwa dia akan selalu memberi semua yang kamu butuhkan..

Dapatkah kau membayangkan, ketika dia membiarkanmu terlena akan dunia ini. dimanjakan dengan pakaian-pakaian halus dan mewah, pernahkah kau sedikit berpikir bahwa itu akan membusuk dan hancur dalam kubur. dan membayangkan tubuhmu remuk menjadi debu dalam lubang kubur, Di bawah gundukan tanah. Keindahan tubuhmu akan berangsur-angsur hilang, sedikit demi sedikit berkurang hingga tinggallah kerangka, tanpa kulit dan daging. Dia sangat menyanyangimu dengan menegurmu wahai anak manusia, tidaklah kau menyadarinya…

Malu rasanya diri ini. Aku berdosa terhadap-Nya, walaupun hati merasa takut, namun aku sangat mempercayai ampunan-Nya yang tak terbatas, aku ber-dosa dan tak tahu malu, dengan berani bergantung kepada ampunan-Nya yang tak terbatas.

Maafkan aku wahai Tuhanku. Jadikanlah aku sebagai manusia yang selalu bisa bersyukur kepadamu. Aku ingin menjadi seseorang yang ketika lahir menangis dan orang-orang di sekelilingku tersenyum. Dan ketika aku meninggal nantinya aku dapat tersenyum dan orang-orang di sekelilingku menangis.

Berbanggalah kamu diciptakan sebagai manusia dengan segala keterbatasan. Cukuplah kamu menjadi manusia yang rendah hati untuk mengakui kesilapannya ,cukup bijak untuk mengambil manfaat daripada kegagalannya dan cukup berani untuk membetulkan kesilapannya.

Terima kasih nurani, aku belajar banyak dari diskusi kita malam ini…

2 Comments »

  1. panda Said:

    Terima kasih juga k wandy, aku jg dah belajar banyak dari cerita ini…

  2. serendipity55 Said:

    impressive conversation… hanya saat diam dan merenung kita menyadari banyak hal
    thanks for sharing the story


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Comment